Furadan 3GR Produk FMC Ampuh Atasi Hama Nematoda

Furadan 3GR Produk FMC Ampuh Atasi Hama Nematoda. 081252271859 WA/SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia adalah toko pertanian yang jual berbagai kebutuhan petani dengan harga murah dan kualitas terbaik.

Furadan 3GR produk ampuh dari FMC Indonesia. Pestisida Furadan 3GR memiliki berbagai keunggulan, namun penggunaannya harus sesuai dosis agar tidak menimbulkan dampak negatif dalam jangka waktu lama pada lahan pertanian.

Ancaman Hama Nematoda Pada Budidaya Tanaman

Untuk petani, mendapatkan hasil panen berkualitas baik dalam jumlah melimpah merupakan salah satu hal yang mereka idam - idamkan dan menjadi salah satu target utama mereka saat melakukan budidaya tanaman.

Agar bisa mencapai hal tersebut, petani melakukan berbagai usaha dan upaya untuk  bisa mencapai tujuan budidaya tumbuhan yang mereka lakukan. Namun, di dalam melakukan usaha budidaya ini selalu ada hambatan – hambatan dalam mencapai tujuan petani.

Salah satu hambatan tersebut salah satunya adalah adanya hama pada tanaman. Keberadaan hama mampu mengakibatkan kerusakan, baik dalam skala kecil ataupun skala besar pada tumbuhan. Contoh hama yang sering menyerang tanaman adalah serangga dan nematoda.

Untuk bisa mengatasi hal tersebut, ada beberapa cara untuk bisa mengendalikan hama nematode dan serangga. Bisa menggunakan predator alami, memasang perangkap, melakukan rotasi tanaman, memusnahkan tumbuhan yang terserang, dan melakukan aplikasi pestisida sesuai dosis.

Kali ini, Pertanian Indnonesia akan membahas produk pestisida ampuh yang sudah banyak digunakan petani untuk mengatasi hama serangga dan nematoda. Produk itu adalah Furadan 3gr.

Apa itu Furadan 3gr ?? Apa saja keuntungan menggunakan Furadan 3gr ?? Simak selengkapnya dibawah ini.

Baca Juga : Cabai Merah Unggulan Petani Indonesia

Furadan 3GR


Furadan 3GR adalah produk pestisida jenis insektisida berbahan aktif berupa karbofuran dengan kadar sebanyak 3%. Pestisida ini diproduksi oleh PT Bina Guna Kimia (FMC) dan tergolong ke dalam golongan nematisida sistemik. Selain sebagai nematisida, Furadan 3gr juga termasuk dalam golongan insektisida.

Nematisida Furadan 3GR lebih sering dikenal oleh petani dengan nama Furadan. Furadan 3gr memiliki bentuk formulasi berupa granula / butiran berwarma ungu kebiruan. Jenis insektisida berbahan aktif karbofuran ini bisa diaplikasikan dengan cara disemprot atau ditaburkan pada area kebun dan persawahan.

Baik cara aplikasi Furadan 3gr dengan cara ditabur atau disemprot, butiran – butiran Furadan 3gr akan jatuh ke tanah dan membasmi hama target dengan mudah.

Contoh keunggulan – keunggulan dari Furadan 3gr yaitu :

·         Praktis dan mudah untuk diaplikasikan pada tumbuhan

·         Memiliki daya simpan cukup lama

·         Mudah untuk diserap akar dan didistribusikan ke seluruh jaringan tanaman

·      Efektif untuk membasmi hama yang terdapat dalam tanah, misalnya seperti nematoda, orong – orong, dsb

·         Mampu mengoptimalkan pertumbuhan bibit hasil persemaian

·         Meningkatkan kualitas serta produktivitas hasil panen

·         Menyuburkan serta membantu proses penyerapan nutrisi pada tumbuhan

·         Tidak mudah rusak serta berjamur

·         Tahan terhadap suhu udara tidak stabil

Baca Juga : Dekamon Produk ZPT Terbaik Untuk Budidaya Tanaman

Hama Yang Cocok Diatasi Menggunakan Furadan 3GR


Seperti yang telah diketahui sebelumnya, pestisida ini cocok untuk mengatasi serangan hama pada tanaman. Namun, tetap dengan catatan bahwa penggunaan Furadan 3gr sesuai dosis pada kemasan.

Beberapa contoh hama yang bisa diatasi menggunakan Furadan 3gr yaitu :

·         Penggerek Pucuk

Penggerek pucuk (Sciporphaga excerptalis) mudah ditemui di beberapa Negara di Asia Tengah hingga Asia Tenggara, serta Papua Nugini.

Ngengat betina mampu bertelur sebanyak ± 60 butir dan diletakkan pada bagian bawah permukaan bawah selubung daun. Dalam waktu satu sampai enam hari, telur akan menetas menjadi larva.

Larva tersebut lalu tersebar dan memasuki bagian batang dengan cara membuat lubang tepat di atas permukaan tanah. Larva bisa bermigrasi serta menyerang sejumlah pucuk tanaman dengan cara sama.

Dalam waktu 25 – 30 hari, larva akan menjadi dewasa penuh serta berkepompong di dalam batang. Setelah 6 – 8 hari, ngengat dewasa akan muncul dari dalam kepompong.

Gejala serangan hama penggerek pucuk diantaranya yaitu terdapat lorong gerekan pada ibu tulang daun, titik tumbuh tanaman mati, lalu daun menggulung dan mati.

·         Ulat Grayak

Ulat grayak (Spodoptera litura) dikenal juga sebagai ulat tentara. Serangga ini bersifat polifag. Di luar negeri sendiri ulat grayak memiliki banyak nama, seperti tobacco cutworm, cotton bowlworm, armyworm, dan common cutworm.

Ketika bertelur, seekor betina bisa menghasilkan sebanyak ± 1000 butir telur. Telur – telur tersebut dilapisi semacam bulu – bulu berwarna putih yang berasal dari bagian sisik sang induk.

Telurnya berbentuk bulat atau lonjong berukuran 0,5 mm. Dalam waktu 3 hari, larva berukuran 2,5 cm dengan warna bervariasi akan menetas dari telur dengan bagian sisinya berwarna hitam kecoklatan atau coklat tua dan hidup secara berkelompok.

Contoh tumbuhan yang bisa terserang ulat grayak diantaranya seperti cabai, tembakau, ubi jalar, buncis, bayam, kacang tanah, kacang hijau, talas, kacang panjang, cabai, sawi, selada, tebu, kedelai, bawang, padi, jagung, dll.

Kerusakan akibat serangan hama ulat grayak mampu mengganggu proses asimilasi, lalu pada akhirnya mampu menyebabkan kehilangan hasil panen mencapai ± 85 persen, bahkan bisa juga menyebabkan kegagalan panen.

Serangan ulat grayak biasanya terjadi pada malam hari. Ketika siang hari, mereka biasanya lebih memilih untuk bersembunyi di bagian bawah daun. Ketika hama ini menyerang, bagian – bagian tanaman seperti daun mengalami kerusakan serta menghambat perkembangan dan pertumbuhan tanaman.

Gejala serangan hama ulat grayak yaitu terdapat lubang tak beraturan pada daun, titik tumbuh menjadi terpotong atau berlubang, dan ditemukan banyak kotoran dengan bentuk serta warna menyerupai serbuk gergaji.

·         Penggerek Tongkol

Penggerek tongkol (Heliothis armigera) menjadi salah satu ancaman nyata untuk petani, terutama untuk petani jagung. Larva hewan ini awalnya menyerang tongkol dari bagian ujung, lalu masuk kedalam menuju tongkol dan biji. Akibatnya, jumlah biji menjadi berkurang serta tongkol jagung menjadi berubah bentuk.

Ketika bertelur, seekor betina mampu menghasilkan telur sebanyak ± 4 – 20 butir. Telur penggerek tongkol berwarna putih dan diletakkan pada bagian pada rambut jagung atau ujung permukaan daun bagian bawah.

Setelah mulai menetas, larva akan mulai bergerak ke bawah menuju tongkol, lalu mulai menggerek bagan ujung atas tongkol. Larva memiliki kepala berwarna hitam dan badan berwarna hijau polos, hijau kekuningan, serta kuning.

Larva mampu tumbuh sepanjang ± 2,5 cm dan tubuhnya ditumbuhi bulu – bulu kecil. Fase larva berlangsung selama ± 17 – 24 hari. Ketika menjelang memasuki fase pupa, larva akan keluar dari ujung tongkol dan menuju ke tanah untuk mulai masuk fase pupa. Fase pupa berlangsung selama ± 12 – 14 hari.

Gejala serangan hama penggerek tongkol yaitu terdapat lubang melintang pada bagian daun, rambut tongkol menjadi terpotong, serta pada bagian ujung tongkol terdapat bekas gerekan.

Baca Juga : Sayur Buncis Kaya Nutrisi Mudah Dibudidayakan

·         Orong – Orong

Orong orong adalah hewan serangga berukuran sedang berkulit tebal. Warna kulitnya coklat terang sampai gelap yang hidup di dalam tanah. Tungkai depan hewan ini termodifikasi dengan bentuk cangkul untuk berenang dan menggali tanah.

Serangga ini mampu terbang sejauh 8 km ketika musim kawin. Ketika malam hari, orong – orong akan mulai aktif dan di musim dingin akan melakukan hibernasi. Orong – orong ketika musim kawin akan mengeluarkan suara mirip jangkrik, namun dengan suara berbeda.

Orong orong akan memakan segala jenis tanaman, meskipun pada dasarnya merupakan hewan karnivora. Karena itu, banyak petani menganggap hewan ini sebagai hama yang menyebabkan kerugian akibat memakan tanaman yang mereka tanam.

Orong – orong menyukai habitat seperti pekarangan, ladang kering, serta lapangan rumput dan lebih suka bersembunyi di dalam lubang sarangnya.

Gejala serangan hama orong - orong yaitu terlihat bekas potongan pada pangkal batang tanaman, serta akar muda pada tanaman mengalami kerusakan.

·         Siput

Siput merupakan salah satu fauna tanpa tulang belakang (invertebrata). Kulit cangkang hewan ini cukup keras. Biasanya, siput mudah ditemui di daratan, air tawar, dan air asin.

Hewan ini bergerak dengan cara yang sama seperti cacing. Siput juga menghasilkan lendir untuk membantu pergerakan dengan cara mengurangi geseran. Lendir siput juga berguna untuk mengelakkan siput dari cedera serta menjauhkan dari serangga berbahaya seperti semut.

Siput umumnya menyukai bagian – bagian tanaman seperti daun, akar, dan umbi – umbian dari banyak tanaman. Siput mudah berkembang biak dalam kondisi cuaca basah, sehingga umumnya serangan siput terjadi pada waktu setelah hujan atau malam yang berembun

Kebanyakan hewan siput tergolong ke dalam golongan herbivora, meskipun beberapa spesies siput tergolong ke dalam golongan karnivora predator atau omnivora.

Gejala serangan hama siput pada tanaman yaitu muncul lubang pada bagian batang, bunga, daun, bonggol, dan umbi, serta terdapat lendir perak pada daun tanaman dan permukaan tanah.

·         Oteng – Oteng

Hama oteng – oteng merupakan kumbang perusak daun berukuran ± 1 cm dengan sayap berwarna kuning polos. Oteng – oteng bisa dijumpai dengan mudah pada lahan tanaman  labu, melon, terong, semangka, mentimun, gambas, dll karena hewan ini menyukai tanaman inang berdaun lebar.

Oteng – oteng atau kutu kuya memiliki ukuran sangat kecil dan lonjong berwarna merah api. Serangga ini termasuk dalam serangga perusak daun. Ketika akan mulai melakukan serangan dalam jumlah besar secara berkelompok, sehingga daun yang terserang menjadi lebih cepat habis dimakan.

Salah satu hal yang menarik dari oteng – oteng adalah ketika disentuh dengan tangan hewan ini akan menjatuhkan diri ke tanah dan diam saja seolah – olah sudah mati.

Gejala serangan hama oteng – oteng yaitu daun menjadi rusak dan menyisakan tulang daunnya saja, akar mengalami kerusakan dan menyebabkan tanaman menjadi layu, serta pada serangan parah tanaman lama – lama akan mati.

·         Puru Akar

Nematoda puru akar telah lama menjadi salah satu ancaman serius bagi ketahanan pangan di Indonesia. Perkembangan nematoda ini sangat cepat dan mampu menginfeksi tumbuhan secara cepat juga.

Siklus hidup puru akar umumnya berlangsung selama 25 hari pada suhu optimal 27° C. Namun, siklus tersebut bisa lebih lama apabila suhu lingkungan sekitar lebih rendah atau lebih tinggi dan juga tergantung kondisi tanaman inangnya.

Organisme ini berkembang biak secara parthenogenesis dengan fase telur, 4 fase stadia larva, dan juga fase dewasa. Nematoda puru akar memiliki daya parasitisme tinggi karena mampu menginfeksi akar inangnya dengan cara menusukkan styletnya untuk menghisap nutrisi pada akar.

Gejala tumbuhan terserang puru akar diantaranya yaitu terdapat luka pada akar, ujung akar menjadi rusak, dan akar lama – lama akan membusuk. Akar yang membusuk bisa terjadi akibat infeksi nematoda yang disertai oleh bakteri dan cendawan.

Kekurangan Penggunaan Furadan 3GR

Dalam menggunakan nematisida Furadan 3GR, terdapat beberapa kekurangan dari produk pestisida ini. Beberapa contoh kekurangan menggunakan Furadan 3GR contohnya yaitu :

·        Hanya bisa diaplikasikan ke lahan tanam dengan cara ditabur serta disemprot saja

·    Agak sulit untuk dilarutkan dengan air, sehingga sisa racun karbofuran dalam tanah sulit untuk terurai

·        Penggunaan dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan tanah menjadi tidak subur

·       Berdampak negatif pada kesehatan manusia apabila Anda tidak menggunakannya secara hati – hati. Selain itu, karena efek karbofuran yang tidak bisa terurai dalam tanah bisa menyebabkan gejala keracunan ringan, seperti mual, pusing, dan gatal – gatal

Hal – Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menggunakan Furadan 3GR

Selain mengetahui kelebihan dan kekurangan menggunakan Furadan 3gr, masih ada hal – hal yang perlu untuk diperhatikan. Dengan memperhatikan beberapa hal kami sebutkan, maka efek samping dari penggunaan Furadan 3gr bisa dikurangi.

Beberapa contoh hal – hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan Furadan 3gr :

·      Baca petunjuk penggunaan furadan 3gr yang tertera pada kemasan terlebih dahulu sebelum mulai menggunakannya pada tanaman supaya mendapatkan hasil maksimal

·   Simpan di tempat yang aman serta jauh dari jangkauan anak – anak. Furadan 3gr bisa menyebabkan keracunan melalui mata, kulit, mulut, serta gangguan pernafasan

·        Furadan 3gr tersedia dalam kemasan sachet isi bersih 1 kg dan 2 kg

·    Pertanian Indonesia jual produk Furadan 3gr original harga murah dan siap kirim dengan jaminan pasti sampai ke alamat tujuan

Baca Juga : Benih Terong Ijo Potensi Hasil Tinggi Dan Menjanjikan

Demikian artikel berjudul Furadan 3GR Produk FMC Ampuh Atasi Hama Nematoda ini saya tulis dan sampaikan kepada Anda. Semoga artikel ini bisa memberikan banyak manfaat serta berdampak positif untuk semua pembaca.

Apabila masih terdapat hal – hal yang kurang jelas atau ingin Anda tanyakan mengenai artikel ini langsung saja hubungi Pertanian Indonesia melalui layanan chat di laman web kami atau bisa juga melalui no. telepon 081252271859 (Khusus Layanan WA/SMS). Salam sukses dan sampai jumpa kembali di artikel lainnya.